Senin, 02 September 2024

Tertib dalam Pengelolaan Keuangan, MTs N 6 Sragen Raih 3 Penghargaan dari KPPN Sragen

 


Sragen-humas, MTs N 6 Sragen kembali menunjukkan prestasinya dalam pengelolaan keuangan dengan meraih tiga penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sragen. Penghargaan ini diterima dalam acara FGD Evaluasi Pelaksanaan Anggaran & KPPN Awards Semester 1 Tahun 2024 yang digelar di aula KPPN Sragen pada tanggal 28 Agustus 2024.

Adapun penghargaan yang diraih oleh MTs N 6 Sragen adalah sebagai berikut: Peringkat 1 Penyusunan dan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Pengeluaran Semester 1 Tahun 2024, Peringkat 3 Implementasi Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Berdasarkan Transaksi melalui Aplikasi Digipaysatu Mitra KPPN Sragen Semester 1 Tahun 2024 Kategori Pagu Kecil, dan Peringkat 3 Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tingkat Satuan Kerja Mitra KPPN Sragen Semester 1 Tahun 2024 Kategori Pagu Sangat Kecil.

Kepala MTs N 6 Sragen, M. Fandholin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diterima. "Kami sangat bersyukur dan bangga atas pengakuan yang diberikan oleh KPPN Sragen ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik dan tertib. Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang," ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen MTs N 6 Sragen dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan pencapaian ini, diharapkan MTs N 6 Sragen dapat terus menjadi contoh dalam hal pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sragen. (TM)

Wujudkan Madrasah Kuat dan Sehat, MTs N 6 Sragen Gelar Aksi Bergizi


Sragen – Humas, MTs N 6 Sragen menggelar kegiatan Aksi Bergizi pada Sabtu, 31 Agustus 2024, di halaman dan Sport Center madrasah. Program ini merupakan bentuk kerjasama antara MTs N 6 Sragen dengan Puskesmas Kecamatan Gemolong, Sragen, yang bertujuan untuk mewujudkan generasi pelajar Indonesia yang sehat dan kuat. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik MTs N 6 Sragen dengan suasana yang meriah, penuh kehangatan, dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan Aksi Bergizi ini terdiri dari senam bersama, makan pagi bersama, olahraga bersama, pembagian tablet penambah darah, dan penyuluhan kesehatan. Seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan manfaat optimal bagi kesehatan fisik dan mental para siswa. Senam bersama dan olahraga yang dilakukan secara serempak menunjukkan antusiasme dan keceriaan siswa dalam mengikuti kegiatan.

 Kepala Madrasah MTs N 6 Sragen, M. Fandholin, sangat mendukung pelaksanaan Aksi Bergizi ini. "Kami berharap, kegiatan Aksi Bergizi ini tidak hanya menjadi acara sesaat, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik. Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari," ujar beliau.

 Peserta didik MTs N 6 Sragen menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusiasme tinggi, mulai dari senam bersama hingga penyuluhan kesehatan. Selain menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan, mereka juga belajar untuk membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 Melalui kegiatan ini, MTs N 6 Sragen berharap dapat terus mendorong para siswa untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari rutinitas mereka. Aksi Bergizi ini diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang kuat, sehat, dan berdaya saing tinggi. (TM)


Jumat, 13 Oktober 2023

MTs N 6 SRAGEN Gelar Shalat Istisqa'

Sragen - MTs N 6 Sragen menyelenggarakan shlolat Istisqa' (sholat meminta hujan), Jum'at (13/10/2023). Kepala MTs N 6 Sragen, Edi Priyono bersama segenap dewan guru dan karyawan beserta seluruh siswa menggelar sholat Istisqa' tersebut di lapangan MTs N 6 Sragen.

Shalat Istisqa' dilakukan dengan tujuan meminta diturunkannya hujan oleh Allah SWT. Pelaksanaan shalat Istisqa' dilatarbelakangi oleh kemarau berkepanjangan yang menyebabkan beberapa daerah mengalami kesulitan air bersih akibat sumber air yang mengering, yang terjadi di sebagian Kabupaten Sragen dan sekitarnya.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan shalat Istisqa' tersebut adalah H. Adi Paryanto, yang juga sebagai wakil kepala madrasah urusan kurikulum, sedangkan khutbah shalat Istisqa' disampaikan oleh M. Fakhrudin, selaku penanggung jawab program unggulan MTs N 6 Sragen. Dalam khutbahnya, Fakhrudin menekankan tentang pentingnya memperbanyak istighfar sebagai cara untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas banyaknya dosa yang telah dilakukan. Dengan diampuninya dosa, maka Allah akan menurunkan rahmatnya kepada penduduk bumi termasuk berupa hujan. Beliau juga mengutip beberapa ayat Al Qur'an untuk disampaikan kepada jama'ah sholat Istisqa' tersebut. "Kaum muslimin rahimakumullaah, marilah kita memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan ampunan yang diberikan Allah tersebut, Allah akan memberikan banyak nikmat dan rahmat kepada hambaNYA, termasuk rahmat berupa hujan yang kita mohon kepada Allah SWT untuk diturunkan. Marilah kita ambil ibrah dari Al Qur'an surat Nuh ayat 10 - 12, yang artinya : "Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."", ungkapnya dengan penuh hikmat.

Edi Priyono, selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Sragen mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat khususnya kaum muslimin sedang diuji oleh Allah SWT berupa kemarau berkepanjangan dan kekeringan yang menyertainya. Maka dari itu sebagai sebuah langkah yang dilakukan adalah dengan memohon kepada Allah agar diturunkan hujan dengan penyelenggaraan shalat Istisqa' ini. "MTs N 6 Sragen sebagai sebuah lembaga pendidikan bernuansa Islam yang menjadi bagian dari masyarakat merasa perlu bersama-sama masyarakat untuk menyikapi kemarau berkepanjangan ini dengan sebuah ihtiar yang nyata, dengan harapan semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan rahmatNYA sehingga keadaan kekeringan yang melanda beberapa daerah dapat segera teratasi. Salah satu bentuk ihtiar tersebut adalah dengan menyelenggarakan shalat Istisqa' ini", ungkapnya di akhir kegiatan tersebut. Ditambahkan oleh Edi, bahwa pelaksanaan shalat Istisqa' ini juga sebagai salah satu bentuk pendidikan kepada para peserta didik, terutama dalam hal pelaksanaan ibadah sunnah yang jarang dilakukan. "Semoga para peserta didik dapat mengambil hikmah dan ibrah dari pengalaman mereka mengikuti kegiatan ini baik dari dimensi syariat maupun dimensi sosial yang dikandungnya", tambahnya.


Dalam perjalanannya, shalat Istisqa' sendiri dilaksanakan oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia yang sedang dilanda kemarau panjang hingga kekeringan yang mengakibatkan ketidakstabilan siklus kehidupan dan beberapa bencana yang juga menyertainya. Oleh karenanya salah satu hikmah yang terkandung dari peristiwa tersebut adalah agar seorang muslim perlu senantiasa dekat kepada Allah dengan memohon ampun kepadaNYA. (TM)